Griya Dalem Saraswati Wiki

Learn More About All Traditional Architecture & Building in our Griya
Bale Bengong

Merupakan bangunan yang diambil dari corak pedesaan di Bali pada umumnya. Dimana merupakan bangunan yang berbentuk rumah panggung dan memiliki fungsi sebagai tempat peristirahatan sementara serta bersantai sekedar untuk menikmati suasana sekitar seperti persawahan dan sebagainya. Bale Bengong di lingkungan aslinya diletakkan di tempat yang tinggi untuk memperluas areal penglihatan.

Bale Kulkul

Sesuai dengan namanya Bale Kulkul adalah tempat untuk menaruh KulKul. Kulkul nama lain dari kentongan yang digunakan oleh orang Bali. Kulkul dipergunakan oleh masyarakat Bali atau warga banjar yang memiliki kulkul itu sebagai sarana untuk memberi tanda akan ada suatu kegiatan adat atau gotong royong.

Ketika kulkul dibunyikan oleh kelian banjar atau yang ditunjuk oleh kelian, itu artinya warga atau anggota banjar harus datang ke tempat kegiatan dilaksanakan. Misalnya dalam acara gotong royong, rapat banjar, upacara adat, ada salah satu warga meninggal dunia, dan lainnya yang berkaitan dengan pengerahan warga banjar itu.

Angkul-angkul

Angkul-angkul atau sering juga disebut pemedal/kori merupakan salah satu bentuk pemesuan (pintu keluar dari pekarangan).

Bale Gong

Merupakan bangunan tempat gong. Pada saat ada upacara, para sekeha gong akan membunyikan gamelan di bale ini. Sementara pada hari biasa akan dijadikan tempat latihan menabuh maupun menari. Tidak semua Grya mempunyai gong dan Bale Gong.

Bale Gede

Bale Dangin terletak di bagian Timur atau dangin natah umah, sering pula disebut dengan Bale Gede apabila bertiang 12. Fungsi Bale Dangin ini adalah untuk tempat upacara dan biasa difungsikan sebagai tempat tidur. Fasilitas pada bangunan Bale Dangin ini menggunakan satu bale – bale dan kalau Bale Gede menggunakan dua buah bale – bale yang terletak di bagian kiri dan kanan.

Bentuk Bangunan Bale Dangin adalah segi empat ataupun persegi panjang, dan dapat menggunakan saka / tiang yang terbuat dari kayu yang dapat berjumlah 6 ( sakenem ), 8 ( sakutus / astasari ), 9 ( sangasari ) dan 12 ( saka roras / Bale Gede ). Bangunan Bale Dangin adalah rumah tinggal yang memakai bebaturan dengan lantai yang cukup tinggi dari tanah halaman namun lebih rendah dari Bale Meten. Bale Dangin biasanya dipakai untuk duduk – duduk membuat benda – benda seni atau merajut pakaian bagi anak dan suaminya.

Bale Daja

Bale Meten / Bale Daja terletak di bagian Utara ( dajan natah umah ) atau di sebelah barat tempat suci / Sanggah. Bale Meten ini juga sering disebut dengan Bale Daja, karena tempatnya di zona utara ( kaja ). Fasilitas desain interiornya adalah 2 buah bale yang terletak di kiri dan kanan ruang. Bentuk bangunan Bale Meten adalah persegi panjang, dapat menggunakan saka / tiang yang terbuat dari kayu yang berjumlah 8 ( sakutus ), dan 12 ( saka roras ). Fungsi Bale Meten adalah untuk tempat tidur orang tua atau Kepala Keluarga di bale sebelah kiri. Sedangkan di bale sebelah kanan difungsikan untuk ruang suci, tempat sembahyang dan tempat menyimpan alat – alat upacara.

Sebagaimana dengan bangunan Bali lainnya, bangunan Bale Meten adalah rumah tinggal yang memakai bebaturan dengan lantai yang cukup tinggi dari tanah halaman ( ± 75-100 cm ). Bangunan ini adalah bangunan yang memiliki tempat tertinggi pada seluruh bale dalam satu pekarangan disamping untuk menghindari terjadinya resapan air tanah.

 

Bale Dauh

Bale Dauh / Loji ini terletak di bagian Barat ( Dauh natah umah ), dan sering pula disebut dengan Bale Loji, serta Tiang Sanga. Fungsi Bale Dauh ini adalah untuk tempat menerima tamu dan juga digunakan sebagai tempat tidur anak remaja atau anak muda. Fasilitas pada bangunan Bale Dauh ini adalah 1 buah bale – bale yang terletak di bagian dalam. Bentuk Bangunan Bale Dauh adalah persegi panjang, dan menggunakan saka atau tiang yang terbuat dari kayu. Bila tiangnya berjumlah 6 disebut sakenem, bila berjumlah 8 disebut sakutus / astasari, dan bila tiangnya bejumlah 9 disebut sangasari. Bangunan Bale Dauh adalah rumah tinggal yang memakai bebaturan dengan lantai yang lebih rendah dari Bale Dangin serta Bale Meten.

 

Bale Delod

Bale Delod sebagai Ruang menerima tamu atau ruang tamu. Di Bali bale delod difunngsikan untuk kegiatan adat, dan atau bale kematian dimana bila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal akan disemayamkan disana sebelum prosesi ngaben dilaksanakan. Selain itu bale ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan sesajen atau banten sebelum melaksanakan yadnya, sebagai tempat untuk melaksanakan manusa yadnya seperti otonan, potong gigi, dan upacara pemberkatan pernikahan. Lebih Umum bale delod bisa dikatakan sebagai bale yadnya.

Padmasana

Padmasana atau (Sanskerta: padmāsana) adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu.

Merajan

Bangunan Suci ( Sanggah / Sanggar / Merajan / Penugun Karang )
Fungsi bangunan Merajan ini adalah sebagai tempat suci atau pemujaan kepada Tuhan dan roh suci leluhur. Pada unit bangunan suci ini terdapat beberapa bangunan dengan fungsinya masing – masing serta jumlah bangunan – bangunan ini sangat bervariasi dan tergantung dari pemilik. Namun demikian, yang mutlak terdapat dalam satu unit bangunan suci terdiri dari : Penglurah, Kemulan, Padmasari, Peliangan, Taksu dan Piyasan. Pamerajan ini adalah tempat upacara yang dipakai untuk keluarga. Dan pada perkampungan tradisional biasanya setiap keluarga mempunyai pamerajan yang letaknya di Timur Laut pada sembilan petak pola ruang.

Jineng

Jineng adalah lumbung untuk menyimpan hasil panen padi (gabah) yang dahulu ada disetiap rumah tradisional keluarga di Bali.

Pewaregan

Dapur yang dalam bahasa bali biasa disebut paon atau pewaregan yang umumnya berfungsi untuk memasak. Biasanya di dapur terdapat pelangkiran yang berfungsi sebagai stana Bhatara Brahma.

Bale Wantilan / Saka 4

Merupakan bangunan yang berrfungsi sebagai tempat pertemuan atau biasa disebut balai. Di Bali, keberadaan Bale Wantilan sebagai tempat pertemuan masyarakat, pertemuan muda-mudi, tempat latihan tari tradisional sekaligus sebagai tempat pementasan acara-acara masyarakat.

Get More Experiences

In Griya Dalem Saraswati (GDS) you not only get stay but you get more amazing experience. You can stay, make an event, more close with traditional people and traditional activities. You can't get complete experience only in here. We invited you to come Griya Dalem Saraswati.

Book Now